Apakah kamu merasa hidup kamu sulit? semakin ruwet? Merasa sudah berbuat yang terbaik namun rasanya tak ada perubahan sampai-sampai merasa pertolongan Allah tak datang. Hmm..coba baca catatan dari ustadz Yusuf Mansur ini sambil instrospeksi diri ya..Semoga bermanfaat!

Kenapa Hidupnya Tetap Sulit? Kenapa Pertolongan Allah Ga Datang?

Banyak orang menyangka, menduga, berharap, dan tentu saja ini bagus. Bahwa Allah Maha Membalas. Tapi hanya dalam kebaikan saja. Dalam keburukan, engga. Hehehe. Ga adil kan?

Maksudnya gini. Kalau kita sedekah, kita nyangkanya, menduganya, berharapnya, dan taunya, bahwa Allah Maha Membalas. Dan udah begitu, pengennya, langsung dibalas.

+ Apalagi Ustadz Yusuf Mansur kalo cerita sedekah ceritanya ya begitu.

– Padahal ya engga juga. Ada yang saya cerita bahwa ada sedekah yang langsung dibalas. Ada yang sedekah tapi ga langsung dibalas. Berproses.

+ Cerita satpam yang tahajjud 7 malam, juga keren. Dibalas langsung. Anak muda yang bahkan shalat 1 malam. Langsung dibalas. Ada.

– Iya. Yang begitu, ada. Tapi insyaaAllah saya komprehensif.

Cerita Syafii misalnya. Sehabis sedekah, malah terusir dan diusir. Ribut mulu sama istri dan keluarga. Kejatuhan malu. Kejatuhan bingung. Kejatuhan ragu. Hampir-hampir putus asa. Tapi tetap ya Hollywood. Happy ending. Dan happy endingnya bertambah-tambah kualitasnya. Sebab berproses yang dahsyat. Cerita tentang Syafii ini ada di CD bonus buku RKDK. Rahasia Kesuksesan dan Kekayaan. Udah punya belom? Beli. Hehehe.

Atau cerita Haji Mul? Yang bersedekah jam tangan 30jt, yang seakan 1 malam sedekahnya berhasil, dibalas Allah. Dalam 1 hari, dia dikirim dari rekening yang dia ga kenal sampe sekarang, 1M. dan berturut-turut sampe 3 hari, alias 3M. Benarkah seperti sim salabim? Ga taunya? Perjalanan riyadhahnya, ibadahnya, doa-doanya, munajat-munajatnya? 3 tahun. Malam dia bersedekah itu kayak gong saja.

Atau ya cerita saya sendiri. Perjalanan saya malahan tahunan. Sekurang-kurangnya 7 tahun. Dan saya bersyukur. Saya memiliki bank pengalaman dalam urusan dikabulkannya doa dan sedekah yang variatif. Yang kecil-kecil, di urusan yang kecil-kecilnya, saya banyak juga yang dibalas Allah kontan kontan. Tapi di urusan yang besar? Lunas utang sampe ke ampas-ampasnya? Ya relatif 7 tahun.

Tapi saya merasakan bahagia sepanjang tahun, bahkan saat saya belum lagi dibalas Allah. Kenapa? Sebab saya mikirnya, bisa balik ke Allah aja? Udah bagus banget. Bisa minta ampun aja? Udah bagus banget. Bisa diizinkan Allah mengenal Allah, ngejejek ibadah, yakni melakukan ibadah demi ibadah, udah merupakan karunia yang sangat besar. Karunia dari Allah yang Dzul Fadhlil ‘Adzhiem.

Berbagai cerita dengan berbagai proses, ada yang cepat, ada yang lambat, saya ceritakan. Mudah-mudahan semua diizinkan Allah untuk ada manfaatnya. Aamiin

Pembekalan Cara Allah kepada Nabi dan RasulNya, Muhammad sholla ‘alaih, juga begitu. Para Nabi & Rasul diceritakan perjuangannya oleh Allah. Supaya NabiNya kuat. Supaya RasulNya ini, yakni Nabi Muhammad, Rasulullaah Muhammad, kuat. Adakalanya Allah langsung menjawab doa Nabi. Adakalanya Nabi dibiarkanNya belajar. Justru agar menjadi kuat.

Seorang anak kecil, yang sedang belajar jalan. Jika sering ditolong, dia ga akan belajar merangkak lagi, ga akan belajar berdiri lagi ketika jatuh, ga akan belajar survive. Seorang anak kecil yang berantem sama kawannya, berseteru dengan kawannya, ada masalah di pelajarannya, bila kemudian ayah ibu sayangnya salah, yakni terlalu cepet ikut campur, terlalu cepet ambil bagian menolong, bahkan kadang sampe tuntas, maka anak ga akan banyak bank emosinya. Ga akan dewasa-dewasa.

Kadang, dibiarkan, tentu pembiarannya, bukan cuek loh ya, maka anak akan bagus secara natural. Pake celana, ya disediakan aja celananya. Tar juga bisa sendiri. Jangan dipakein melulu. Makan, misalnya. Agenda makan. Koq ya disiapin melulu. Bahkan sampe cuci piring ga dilibatkan tuh anak-anak. Wah ya jadi manja. Dan dijamin makannya ga akan beres. Di pesantren, kenapa jadi mandiri dan dewasa? Ga ada ortunya. Ga ada ayah ibunya. Dipaksa dan terpaksa, secara sistem kepesantrenan, untuk mandiri.

Allah menyiapkan potret segala Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad, untuk penguat hati, dan pelajaran bagi Nabi Muhammad. Ada yang anaknya sholeh sholehah. Ada yang anaknya durhaka. Ada yang penyabar, ada yang peragu dan suka nanya. Ada yang ga pake nanya, jalan aja. Bahkan ada yang mencari. Seperti Nabi Ibrahim. Mencari. Ada yang penjahit. Ada yang tukang kayu. Ada yang miskin. Ada yang kaya. Komplit. Semua potret para Nabi dan Rasul, diberikan oleh Allah. Juga aneka sahabat-sahabat para Nabi dan Rasul terdahulu sebelum Nabi Muhammad.

Demikian juga potret keadaan ummat-ummatnya. Lengkap. Sebisa mungkin saya juga begitu dalam menyajikan ilmu dan pengajaran, wawasan dan hikmah. Bermacam-macam.

Dia memperbaiki dirinya. Banyak ibadah dia lakukan. Yang sering dipertanyakan kemudian oleh orang-orang: Koq kenapa hidupnya tetap sulit? Kenapa Pertolongan Allah ga datang? Atau belum datang?

Banyak jawaban sebenernya. Di antaranya:

  1. Jika Allah menghendaki menolong kita, Allah memudahkan kita berbuat baik. Allah mengizinkan kita untuk memperbaiki diri. Ini adalah bentuk pertolongan Allah juga adanya.
  2. Jika Allah menghendaki menerima kita, maka Allah bikin kita kembali pada-Nya. Bertaubat kepada-Nya. Bisa minta ampun pada-Nya.
  3. Bisa punya niat benerin diri aja, itu udah merupakan bentuk pertolongan Allah.
  4. Yang paling mahal buat kita adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Benahin diri. Betulin langkah diri. Apalagi kalo sampe Allah bukain jalan-jalannya. Yakni bukain caranya. Ngasih kita ilmu. Ngasih kita komunitas. Ngasih kita orang-orang, yang bisa nganterin kita ke Allah. Ini bener-bener sudah dapat pertolongan itu
  5. Bukankah yang lebih mahal itu adalah ampunan-Nya? Jika kemudian kita bisa minta ampun, sekedar bisa minta ampun itu saja, udah mahal banget. Ibarat berdoa, jika kita bisa mengangkat tangan, dan mengucapkan doa yang kita mau mintakan itu, maka itu sudah tanda-tanda Allah akan memberi.
  6. Coba baca Qs. Al Hadiid, ayat 20 sd 24. Buka dulu yaaa…

Buka, dan baca. Ayat, berikut artinya. Bacanya jangan Cepet Reading. Tapi Enjoy Reading. Saya konsen banget di urusan ini. Bacanya berulang dan berulang. Lagi, dan lagi. sekurang-kurangnya 3x bulak balik daaaaah.

Syukur-syukur, bener-bener dibulak balik aja bacanya. Lagi, dan lagi. terus, dan terus. Di ayat-ayat yang sama. Tambah lagi syukurnya saya, jika kawan-kawan mau ngambil kertas dan pulpen. Nyatet-nyatet ayatnya dan terjemahannya. Lalu mau memikirkan tentang ayat itu.

Tar postingan mendatang saya tambahin materinya. InsyaaAllah.

Salam, @Yusuf_Mansur.

%d blogger menyukai ini: