FREE-EBOOK-YUSUF-MANSUR-KOTA-SUNGAI

Bismillaah…
Sebelum masuk ke “ Kado Buat Rasulullah ”, izinkan saya mengutip ulang, menuliskan ulang, ceramah saya yang atas izin Allah, saya sampaikan kepada diri saya, istri saya, anak-anak saya, keluarga saya, kawan-kawan saya, sebangsa setanah air… Dan kepada siapa saja yang mau mendengar dan membaca…

Tentang KotaSungai…

Perlihatkan. Perdengarkan dan Bacakan. Agar banyak yang mendengar, agar banyak yang membaca. Semoga Allah kasih manfaat. Aamiin.
***
Ibarat anak, di dalam rumah. Maka diri kita dan ummat, adalah anak di dalam rumah. Yang hidup, bertetangga teramat dekat dengan sungai yang panjang, lebar, lagi dalam dan deras. Selangkah dari pintu dan pager rumah, udah ketemu sungai.Kemungkinan celaka, tenggelam, hanyut, di depan mata, begitu dekat juga jadinya. Selangkahan kaki doangan. Pilihan hidup kemudian ada beberapa pilihan.

Pertama, berdiam diri di rumah. Dan ini jelas ga mungkin banget.Kita harus pergi makan, pergi belanja, pergi bekerja, pergi berusaha, pergi sekolah, pergi kuliah, pergi bersosialisasi dan beraktivitas lain-lain. Termasuk jalan-jalan. Bukan hanya keluar rumah. Tapi juga kudu menyebrangi sungai, menyusurinya, hingga ketemu laut, dan
bahkan menyebrangi laut. Kudu pergi ke hutan, masuk hutan. Menikmati hutan. Pergi ke gunung, kemudian panjet tuh gunung.

Ya. Berdiam diri di rumah, adalah pilihan yang mengerikan. Kita harus pergi melihat dunia yang lebih lebar dan lebih luas. Masa iya di rumah aja? Lalu hidup dan kehidupan ini ga ada warnanya. Begitu monoton, satu warna, dan sunyi senyap. Jempling, kalo kata orang Betawi. Menggambarkan ga ada yang bicara, ga ada suara motor, ga ada suara deheman, bahkan ga ada suara kodok kebon. Jempling. Begitu sepi.

Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini